Wednesday, September 5, 2012

Tiga Tanda Kiamat yang Harus Difikirkan

Ada tiga tanda fenomena dari tanda-tanda Kiamat yang perlu di ambil perhatian sekarang ini oleh umat manusia pada umumnya dan umat Islam khasnya. Dua di antara tiga tanda itu termasuk dalam kategori tanda-tanda besar Kiamat. Satu lagi termasuk di dalam tanda besar, namun ada pula yang menyebutnya sebagai tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat.
Tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat ialah diutusnya Imam Mahdi. Imam Mahdi merupakan tanda Kiamat yang menghubungkan antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat.


Masih ramai yang belum menyadari bahawa keadaan dunia sekarang ini ialah dalam situasi dimana hampir semua tanda-tanda kecil Kiamat telah muncul. Cuba perhatikan beberapa contoh tanda-tanda kecil Kiamat di bawah ini:
  1. Perceraian banyak terjadi
  2. Banyak terjadi kematian mendadak (tiba-tiba)
  3. Banyak Quran diberikan hiasan
  4. Masjid-masjid dibangunkan dengan megah
  5. Perjanjian dan transaksi tidak dipatuhi
  6. Berbagai peralatan muzik dimainkan
  7. Berbagai jenis khamr (Arak) diminum manusia
  8. Perzinaan dilakukan terang-terangan
  9. Para pengkhianat diberi kepercayaan (menjadi pemimpin)
  10. Orang yang amanah dianggap pengkhianat
  11. Tersebarnya Pena (banyak buku diterbitkan)
  12. Pasar-pasar (Mall, Plaza, Supermarket) Berdekatan
  13. Penumpahan darah dianggap perkara yang kecil
  14. Makan riba
Jadi kalau kita teliti contoh-contoh di atas, jelas kita sudah menjumpai ciri-ciri tersebut di zaman ini. Apabila kita membuka kitab para Ulama yang menghimpun hadits-hadits mengenai tanda-tanda kecil Kiamat, lalu kita baca satu per satu hadits-hadits tersebut hampir pasti setiap satu hadits selesai kita baca kita akan berkata di dalam hati: “Wah, yang ini sudah..!”
Jika tanda-tanda kecil Kiamat sudah hampir muncul kesemuanya, ini bermaksud dunia sekarang ini sedang menunggu kedatangan tanda-tanda besar Kiamat. Oleh itu, dalam waktu terdekat ini kita semua harus bersiap-siap untuk menyambut kedatangan tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat, iaitu diutusnya Imam Mahdi.
“Aku khabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antara manusia dan gempa-gempa. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad)
Muhammad s.a.w mengisyaratkan adanya dua tanda menjelang perutusan Imam Mahdi di tengah ummat Islam. Pertama ialah banyak terjadi perselisihan antara manusia dan kedua terjadinya banayak gempa bumi. Subhaanallah. Jika kita perhatikan keadaan dunia ketika ini, banyak sangat berlaku pergaduhan dan peperangan. Gempa bumi juga silih berganti di serata tempat.
Kedatangan Imam Mahdi merupakan tanda Akhir Zaman yang jelas-jelas harus di ambil berat oleh kita dalam waktu terdekat ini. Kita diperintahkan untuk segera berbai’at dan bergabung ke dalam barisannya sebab episod-episod berikutnya merupakan rangkaian perang yang dipimpin Imam Mahdi untuk menakluk negara-negara yang dipimpin oleh para Mulkan Jabriyyan (Para penguasa yang mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya).
“Ketika kamu melihatnya (Imam Mahdi) maka ber-bai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salji kerana sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Ibnu Majah)
Imam Mahdi akan mengibarkan panji-panji Al-Jihad Fi Sabilillah untuk memerdekakan negeri-negeri yang selama ini dikuasai oleh para Mulkan Jabriyyan. Beliau akan mengetuai pembebasan dunia dari penghambaan manusia kepada hanya untuk memperhambakan diri kepada Allah semata-mata. Beliau akan memastikan bahawa dunia diisi dengan sistem dan peradaban yang mencerminkan kalimatthoyyibah Laa ilaha illAllah Muhammadur Rasulullah dari timur hingga ke barat.
Ghazawaat (perang-perang) tersebut akan dimulai dari jazirah Arab kemudian Persia (Iran) kemudian Rom (Eropah dan Amerika) kemudian terakhir melawan pasukan Yahudi yang dipimpin langsung oleh puncak fitnah, iaitu Dajjal. Pasukan Imam Mahdi Insya Allah akan diizinkan Allah untuk meraih kemenangan dalam peperangan tersebut.
“Kamu akan perangi jazirah Arab dan Allah akan beri kemenangan kamu keatasnya, kemudian kamu akan menghadapi Persia dan Allah akan beri kemenangan kamu keatasnya, kemudian kamu akan perangi Rom dan Allah akan beri kemenangan kamu keatasnya, kemudian kamu akan perangi Dajjal dan Allah akan beri kemenangan kamu keatasnya.” (HR Muslim)
Lalu Nabiyullah Isa ’alihis-salaam akan turun dari langit dihantar oleh dua malaikat di kanan dan kirinya. Menurut hadits-hadits yang ada, Nabi Isa putra Maryam ’alihis-salaam akan datang sesudah pasukan Imam Mahdi selesai memerangi pasukan Rom menjelang menghadapi perang berikutnya melawan pasukan Dajjal. Pada waktu itulah Nabi Isa a.s akan Allah takdirkan turun ke muka bumi untuk bergabung ke dalam pasukan Imam Mahdi dan membunuh Dajjal dengan izin Allah.
Ketika Imam Mahdi dan pasukannya mendengar khabar bahawa Dajjal telah muncul dan bermerajalela menabur fitnah dan kekacauan di muka bumi, maka Imam Mahdi mengarahkan pasukannya ke kota Damaskus. Ketika pasukan Imam Mahdi menunggu Subuh di sebuah masjid yang terletak di sebelah timur kota Damaskus, tiba-tiba turunlah Nabi Isa a.s dihantar oleh dua malaikat di menara putih masjid tersebut. Maka Imam Mahdi mempersilakan Nabi Isa ’alihis-salaam untuk mengimami sholat Subuh, namun ditolak olehnya dan Nabi Isa ’alihis-salaam menyuruh Imam Mahdi untuk menjadi imam solat Subuh tersebut sedangkan Nabi Isa ’alihis-salaam menjadi makmum di belakangnya. Subhanallah.
Masjid yang dipercayai tempat turunnya Nabi Isa a.s
“Turunlah Isa putra Maryam ’alihis-salaam. Berkata pemimpin mereka Al-Mahdi: “Mari pimpin solat kami.” Berkata Isa ’alihis-salaam: “Tidak. Sesungguhnya sebahagian mereka pemimpin bagi yang lainnya sebagai penghormatan Allah bagi Umat ini.” (Al Al-Bani dalam ”As-Salsalatu Ash-Shohihah”)
Saudaraku, marilah kita bersiap-siap akan kedatangan tanda-tanda Akhir Zaman ini. Tanda-tanda yang akan mengubah wajah dunia dari wajah yang penuh kezaliman menuju keadilan di bawah naungan Syariat Allah dan kepemimpinan Imam Mahdi beserta Nabiyullah Isa ’alihis-salaam.
Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam barisan pasukan Imam Mahdi yang akan memperoleh satu dari dua kebaikan: ’Isy Kariman (hidup mulia di bawah naungan Syariat Allah) au mut syahidan (atau Mati Syahid). Amin ya Rabb.

Sumber: www.tranungkite.net

Tuesday, September 4, 2012

perihal syaitan pada kita...

15 pintu syaitan yang ada didalam diri kita
- Pintu marah
- Cinta dunia
- Kebodohan(keengganan menghadiri majlis ilmu)
- Panjang angan-angan
- Rakus
- Bakhil
- Suka pada pujian
- Riak
- Uujub (merasa kagum)
- Takut dan gelisah
- Buruk sangka
- Memandang rendah pada orang lain
- Merasa suka pada dosa
- Merasa aman daripada pembalasan "ALLAH"
- Putus asa daripada rahmat "ALLAH"

15 Senjata Menghalang Syaitan
- Membaca Bismillah (menjadi kunci pada perbuatan baik)
- Banyakkan bezikir
- Banyakan Beristigfar
- Baca "la i' la ha illa anta subha naka inni kuntu minaz zoli min"
- Jangan tidur berseorangan
- Baca doa pagi dan petang
- Bersugi
- Melaksanakan solat jemaah
- Berwudhuk sebelum tidur
- Menutup aurat
- Membaca doa masuk tandas.
- Banyak berselawat pada hati
- Bertaubat, beristighfar
- Banyakan baca Al-Quran
- Membaca surh Yassin setiap pagi

Rumah yang Tidak Dimasuki syaitan
- Rumah yang bersih
- Penghuni membaca "Bismillah" ketika memasuki rumah
- Sentiasa berzikir(ahli rumah menegakkan solat)
- Panghuninya jujur dan memenuhi janji
- Penghuninya memakan makanan yang halal (dan cara mendapatkannya halal)
- Penghuninya mengekalkan silaturahim (sentiasa mesra)
- Rumah yang penghuninya berbakti kepada Ibu Bapa.

Monday, September 3, 2012

Beristiqamah Setelah Meninggalkan Bulan Ramadan

RAMADAN baru saja berlalu namun semangat atau rohnya masih bersama kita.
Seharusnya kita melihat kembali apa yang telah kita perolehi sepanjang Ramadan lepas.
Adakah kita menjadi insan yang lebih baik atau tiada apa-apa perubahan selepas madrasah Ramadan yang dilalui?
Tujuan ibadah puasa diwajibkan adalah untuk melahirkan taqwa. Dalam surah al-Baqarah ayat 183:
Wahai orang yang beriman! Diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana ianya diwajibkan ke atas orang-orang sebelum kamu, semoga kamu bertaqwa kepada Allah SWT.

Erti taqwa adalah seperti yang digambarkan oleh Ubai bin Kaab, apabila ditanya oleh Sayidina Umar tentang taqwa. Kata Ubai, " seperti seorang yang sedang melalui jalan yang penuh duri".
Maksudnya sangat berhati-hati agar tercegah daripada memijak duri.
Orang yang bertaqwa sangat berhati-hati menjaga hukum Allah serta akan mencegah dirinya daripada berbuat sesuatu yang diharamkan.
Justeru hendaklah kita tetap bertaqwa setelah meninggalkan bulan Ramadan dan bersyukur kepadaNya atas nikmat yang telah dianugerahkan kepada kita.

Beri'tikaf di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan merupakan di antara ibadah yang sangat dititikberatkan dan dianjurkan untuk dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Rasullulah SAW sendiri sentiasa beri'tikaf pada bulan Ramadan selama sepuluh hari dan tidak pernah meninggalkannya semenjak berhijrah ke Madinah hingga ke akhir hayatnya.
Ini adalah bagi merebut malam al_Qadar, malam yang amat istimewa buat seluruh umat Islam.
Firman Allah SWT, 
"Malam Al-Qadar lebih baik dari seribu bulan" (Al-Qadr: 2). 

Maka beruntunglah mereka yang berjaya merebut peluang yang diberikan Allah SWT.
1Syawal yang menjelma memberi makna yang cukup besar bagi setiap orang Islam.
Ia merupakan tanda kemenangan yang hakiki di sisi Allah khas bagi mereka yang telah berjaya melaluinya dengan penuh keimanan, ketaqwaan dan ketekunan.
Hari raya adalah hari kembali kepada fitrah yakni kembali kepada mengabdikan diri kepada Allah dalam seluruh kegiatan hidup.
Kembali kepada menjaga suruhanNya dan menjauhi laranganNya.
Kembali kepada sifat-sifat manusia yang bersih sesuai dengan fitrah asal bagi dirinya.
Sambutan Hari Raya akan lebih bermakna seandainya kita mampu mengekalkan kualiti diri seperti mana yang diamalkan di Ramadan yang lalu.
Ramadan merupakan titik tolak kepada perubahan diri seseorang ke arah yang lebih baik.
Selain bergembira dengan kehadiran Syawal, ia juga bererti ruang untuk kita mengekalkan amalan mengawal nafsu yang rakus dan menundukkannya kearah ketaqwaan kepada Allah.
Janganlah kesucian Syawal dicemari dengan dosa-dosa baru setelah dijanjikan Allah SWT kembali kepada fitrah kepada mereka yang bertaqwa di sepanjang Ramadan yang lalu.
Setiap dari kita harus bermuhasabah dan melihat diri sendiri adakah kita layak bergelar graduan Ramadan.
Apabila bercakap contohnya, adakah kita suka bercakap perkara-perkara yang melalaikan atau gemar menggunakan perkataan yang tidak sepatutnya.
Adakah kita masih lagi mengeluarkan kata-kata kesat dan memaki hamun apabila marah?
Juga adakah kita berniat untuk menunjuk-nunjuk apabila pulang berhari raya di kampung?

Bagi kaum wanita inilah masanya untuk mengeluarkan koleksi rantai tangan emas yang tebal-tebal agar dapat dilihat ‘berduit' dan mampu untuk membelinya.
Bagi kaum lelaki pula inilah masa untuk memesan kereta baru untuk pulang ke kampung agar dapat dilihat ‘gah' oleh sanak saudara.
Perhatikan juga sikap kita, adakah kita sombong dan berlagak dengan orang di sekeliling?
Ada orang yang suka memandang hina dan rendah orang lain yang tidak setaraf dengannya.
Justeru mereka yang mempunyai pangkat yang lebih rendah tidak akan dipandang ataupun dilayan acuh tak acuh sahaja.
Jelas sikap sedemikian adalah dilarang dalam agama Islam.
Ia didorong oleh perasaan merasa diri cukup hebat berbanding orang lain serta lupa kepada kebesaran Tuhan.
Walhal apa yang membezakan di antara satu sama lain hanyalah taqwa.
Perhatikan juga samada bibit-bibit dengki masih wujud dalam diri?
Ada orang yang tidak boleh melihat orang lain lebih dari dirinya contohnya, mempunyai kereta yang lebih besar mahupun rumah yang lebih besar.
Dia akan sentiasa merasa tidak tenang dan tidak puas hati dalam kehidupannya.
Perhatikan juga sikap apabila kita memandu terutamanya apabila pulang berhari raya ini.
Adakah kita memandu dengan sabar dan berhemah dalam menghadapi kesesakan jalanraya?
Atau adakah kita memandu dengan cara yang membahayakan diri sendiri mahupun orang lain.
Menyumpah dan memotong sana sini kononnya hendak cepat sampai ke destinasi.
Jika kita masih mempunyai perangai atau sikap yang disebutkan di atas tadi, ini petanda bahawa ada yang tidak kena dengan ibadah puasa kita.

Sememangnya adalah tidak mudah untuk mengikis sikap-sikap lama.
Namun Ramadan yang baru berlalu seharusnya menjadi titik permulaan untuk kita mengatur kehidupan menjadi insan yang bertaqwa.
Sesungguhnya kita harus beristiqamah ke arah itu, tidak kira berapa kali kita jatuh, kita harus bangkit kembali.
Teruskan mendidik hati-hati kita serta berdoa agar diperkuatkan menghadapi kehidupan ini dengan jalan yang diredhaiNya.
Marilah kita kekal kembali kepada fitrah.

sumber : ikim.gov.my

Sunday, September 2, 2012

Penyakit hati umat Kini

Dari Tsauban r.a : Rasulullah saw bersabda, 
“Hampir tiba suatu masa di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengemuruni kamu (umat Islam) bagaikan orang-orang yang hendak makan mengerumuni talam hidangan mereka.”
Maka salah seorang sahabat bertanya, ‘Apakah dari kerana (bilangan) kami sedikit pada hari itu?’ Nabi saw menjawab, “Bahkan kamu pada hari itu banyak (ramai) sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir dan Allah akan mencabut rasa gerun terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu; dan Allah akan mencampakkan ke dalam hati kamu penyakit ‘wahan’.”
Seorang sahabat bertanya, ‘Apakah wahan itu hai Rasulullah?’ Nabi saw menjawab, “Cinta pada dunia dan takut pada mati.” [Riwayat Abu Daud]

Penjelasan dan Pengajaran :
a. Sepertimana kita lihat umat Islam pada ketika ini berjumlah lebih kurang 1.6 billion seluruh dunia tetapi kita dijadikan seperti ‘lauk di dalam talam’ oleh orang kafir. Maha Benar Allah dan Rasul-Nya.

b. Hadis ini merupakan motivasi kepada seluruh umat Islam agar bangkit dan kembali dengan sebenar-benar kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah dan bukannya hanya menyerah dan lembik kepada orang kafir.

c. Allah yang Maha Agung akan mencabut kemuliaan orang Islam apabila umat Islam cenderung kepada cinta dunia (tamak, rakus dan cinta pada harta umumnya) dan takut mati (leka dan lupa pada hari pembalasan dan takut berjihad di jalan Allah yang Maha Tinggi).

Template by:
Free Blog Templates